Arkadia. Diberdayakan oleh Blogger.

Galaksi Pungky dan 2018: PAMIT



Hai. Ini ibu Jiwo, dan yang kalian baca ini mungkin akan jadi sebuah peluk perpisahan bagi kita.

Kalian mungkin masih inget saya punya blog personal, pungkyprayitno.com. Gak usah dibuka, percuma, dia udah nggak ada. Saya masih inget pertama kali saya bikin dia, tahun 2010. Saya kasih nama Galaksi Pungky, nama yang saya pakai sampai akhir waktunya.

Saya masih kuliah waktu itu. Di warnet di Purwokerto, saya bikin blog karena saya minder. Saya cewek yang berambut pendek dan mukanya polos, di saat semua cewek kampus berambut panjang dan make up-nya bagus. Saya nggak pede sama diri sendiri. Saya kayak alien di kelas. Aneh, jelek, dan nggak bisa apa-apa. Kuliah jeblok, prestasi nggak ada, bakat nggak punya, mukanya gak enak diliat. Udah mirip kek mantan deh; mending dikarungin aja.

Saya ngeblog karena pengen orang-orang liat saya. Pengen dunia tau kalau ada yang bisa saya lakukan. Modalnya cuma mantra; pasti, pasti ada sesuatu yang bisa saya tunjukin. Saya ada dan berharga.

Bareng blog Galaksi Pungky itu, saya belajar nulis. Saya belajar gimana caranya orang mau baca tulisan saya. Belajar bikin Galaksi Pungky menarik biar orang-orang liat saya. Saya ngulik photoshop, otodidak, biar bisa bikin-bikin apa gitu karena saya liat blogger-blogger besar pada pintar edit foto dan utak-atik desain di blognya.

Saya belajar video editing saat blogger-blogger mulai masuk ke era video, otodidak juga. Saya beli buku tentang sony vegas waktu itu, karena belum banyak tutorial beredar di internet. Sejujurnya saya nggak tau mau nulis apa, mau posting apa, saya beneran masih nyari jati diri di dunia blog (bahkan di dunia nyata). Akhirnya blog itu penuh sama curhatan dan tulisan-tulisan tentang dunia lendir. Saya membahas soal PSK, dunia malam, kehidupan waria, aborsi, dan semacamnya. Karena background kerja sambilan saya waktu itu, ngurus psk.

Lalu saya ikut kelas make up, biar bisa nulis review kosmetik di blog. Saya belajar dari nol soal cara pakai make up brush yang jenisnya segambreng itu. Saya belajar pasang bulu mata, saya ikut grup-grup beauty blogger. Saya mulai menulis macam-macam tentang dunia make up. Dunia yang sebelumnya nggak pernah saya sentuh sama sekali.

Lalu saya berpergian, saya pengen menulis tentang traveling. Saya mau pergi jauh-jauh dan cerita di blog soal perjalanan saya. Saya mau ngajak orang liat dunia yang saya liat. Saya belajar soal foto landscape, saya beli buku tentang travel writing, saya belajar dikit-dikit bikin travel video.

Bareng Galaksi Pungky, saya melewati sangat banyak hal, banyak kelas, banyak pelajaran, sampai akhirnya banyak pencapaian. Bahkan waktu saya jadi ibu dan bikin blog Sujiwo ini, Galaksi Pungky tetep di sana. Nemenin setiap perjalanan dan pencapaian saya. 

Dia bersama saya dari kami nggak punya pembaca sama sekali, sampai akhirnya punya pageview jutaan. Dari saya minder sama diri sendiri, sampai pelan-pelan ada orang yang mengakui saya. Dari saya pengen dikarungin aja, sampe akhirnya mencapai banyak titik.

Dia lebih dari layar digital, dia adalah kekasih.

Satu hari di akhir 2017, kami ditinju oleh orang jahat. Kami dipermainkan dan dipermalukan habis-habisan. Waktu itu saya sampai sakit kepala mikirin nama baik Galaksi Pungky yang dirusak. Lalu saya menyesali pageview yang sudah tembus angka juta dan terasa sampah begitu aja, saya menangisi jumlah followers intagram saya karena kalau nama baik saya sampai rusak, habislah semuanya.

Saya stress. Apa yang saya bangun bertahun-tahun, diinjak remuk oleh seorang brengsek.

Saya pelan-pelan belajar ikhlas, mengembalikan semuanya ke Gusti. Dan saya jadi sadar, semua angka dan pencapaian di layar ini sebenernya semu. Saya jadi mempertanyakan tujuan saya ngeblog. Kenapa jadi selalu khawatir sama angka. Kenapa jadi obsesi dengan pageview dan rate card. Kenapa saya nggak bersenang-senang lagi di sini, kenapa semuanya jadi soal materi dan pengakuan. Kenapa selama ini saya malah mengejar popularitas. Kenapa kejadian anjloknya pageview ini bikin saya hampir gila.

**

Tahun 2018 saya sambut dengan apply sana sini supaya bisa kerja. Saya mau kerja kantoran, saya nggak mau menggantungkan penghasilan lagi sama blog. Galaksi Pungky harus kembali menjadi kekasih, tempat menyenangkan yang tidak terus-terusan diperas untuk rupiah dan popularitas.

April 2018, saya diterima di salah satu hotel di Purwokerto, kantor saya sekarang. Posisi Public Relation sekaligus Digital Officer. Kantor baru, saya masuk bahkan waktu hotelnya belum buka. 

Saya berusaha menikmati pekerjaan saya walaupun ini dunia yang jauh berbeda dari sebelumnya. Anak jalanan ini tiba-tiba terkurung dalam ruang putih yang statis dan membosankan. Pecinta kaos ini harus pakai rok span ketat dengan make up tebal di wajahnya. Saya yang biasa menjadi bos untuk diri sendiri, tiba-tiba jadi bawahan. Semua berubah dan saya setengah mati beradaptasi.

Saya pelan-pelan meninggalkan blog Galaksi Pungky, saya belum tau mau diapain dan mau gimana. Yang saya tau waktu itu, saya sudah mengecewakan perjalanan 8 tahun kami. Saya mengejar popularitas demi kekayaan diri sendiri. Saya lupa kalau Galaksi Pungky adalah separuh hidup.

Ini foto yang sempat saya punguti dari tulisan Galaksi Pungky dan 2014, Galaksi Pungky dan 2015, Galaksi Pungky dan 2016. Saya juga nggak nyangka, Galaksi Pungky dan 2017 harus tertulis menyedihkan lalu Galaksi Pungky dan 2018, saya tulis di blog Sujiwo dan menjadi yang terakhir.




**

September 2018. Mba Lidya, teman baik yang selama ini bantu mengurus domain blog Galaksi Pungky, ngabarin saya kalau domain sudah tanggalnya harus dibayar. Saya diam. Dia mengingatkan saya berkali-kali dan saya memilih bergeming. Di hari terakhirnya saya bilang ke mba Lia, lepasin aja mba.. Enggak usah diterusin. Mbak Lia sempat marah karena dia pasti juga sayang sama Galaksi Pungky. Tapi diantara kesibukan mengurus grand opening hotel, saya memantapkan diri untuk berhenti. Sudah. Galaksi Pungky sudah sampai ke waktunya..

Malamnya saya buka laptop. Mengakhiri apa yang sudah saya mulai 8 tahun yang lalu.

Saya minta maaf banget sama semua pembaca, sponsor, temen-temen agency, dan semua pihak yang pernah bersentuhan dengan blog Galaksi Pungky. Saya tau keputusan saya ini merugikan banyak pihak. Tapi sebelum diakhiri, saya sudah memastikan nggak ada kerjasama yang waktunya masih berjalan di sana. Saya beneran minta maaf, terutama untuk mas suami, mba Lia, mba Idah, dan semua pembaca yang kecewa.

Terimakasih sudah menemani kami 8 tahun ini. Terimakasih sudah memberi saya kesempatan untuk mendapatkan titik balik sebagai perempuan yang mencintai dirinya sendiri. Terima kasih sudah mengijinkan kami menghiasi layar-layar komputer dan hape kalian. Terimakasih.

Galaksi Pungky dan tulisan pertamanya

Saya nggak tau akan mengembalikan Galaksi Pungky dalam versi yang lain, atau akan membiarkan dia berhenti selamanya. Tapi kalau kalian rindu, saya masih ada di sini. Di blog Sujiwo yang mungkin nggak seberarti Galaksi Pungky, tapi saya dan keluarga kecil Arkadievich, masih di sini.

Dari saya masih kuliah, nulisnya masih asal tabrak eyd, motret sejepretnya, masih bahas selangkangan, saya jadi tukang review kosmetik, saya hobi traveling, saya curhat mulu, saya ketawa dari pembuka paragraf sampai tulisan selesai, saya asal jeplak, saya tiba di pencapaian demi pencapaian, saya si tukang pamer, saya yang manggil kalian suka seenak jidat, kategori Galaksi Blablabla yang ngaco abis, kategori gadget yang isinya ASUS semua, sidebar isinya ngejejerin banner juara-juara lomba blog biar sombong, foto yang terang dan banyak amat langitnya, foto laut dan pantai yang nggak abis-abis, nyengir khas saya yang selalu ada di setiap postingan,  tanggal dan tempat menulis yang selalu ada di setiap penutup, gombalan-gombalan garing bahkan di tulisan tutorial, tips-tips yang lebih banyak ngaconya, dari foto profilnya masih mahasiswi pakai kaos merah, dengan background robot yang bikin sakit mata dan menyapa kalian dengan "Hai galaksi bimasakti.."..

hari ini, 2 Januari 2019, blog Galaksi Pungky, pamit.

38 komentar

  1. Seperti ada rasa yang tak tersampaikan namun kuhormati keputusanmu Mak Pung, terima kasih juga ya tulisan2nya di Galaksi Pungky yang beberapa kali aku nyaman berlama-lama di saa

    BalasHapus
  2. Mbak Pungky aku sedih dan mellow baca ini 😫😭😭 Apapun itu keputusanmu, semoga ini yang terbaik Mbak. Asal Mbak Pungky tau, setiap aku mau naikin mood buat ngeblog, aku selalu baca-baca blog Mbak Pungky. Aku suka diksi dan penulisan Mbak Pungky yang gak boring. Beruntung masih ada blog Sujiwo ini ya. Ku akan selalu menikmati karyamu Mbak! 😘

    BalasHapus
  3. Pungkayyy aku sempet cari2 blogmu dan ga ketemu, jadi ini emang keputusanmu yaah. Emang sih pung aku juga merasa jenuh menjadikan blog ajang penghasilan yg membuatku lupa bersenang-senang lagi saat menulis. Lelah mengejar pageview, DA PA, hanya senang saat menerima uangnya selebihnya seperti ada rasa yang hilang.

    BalasHapus
  4. Saya, termasuk yang menikmati Galaksi Pungky dari awal terjun ke dunia blog. Ketawa sendiri sampai amaze dengan tampilan foto yang selalu enak dipandang mata.

    Selalu ada alasan ketika memutuskan sesuatu. Apapun itu, terima kasih karena pernah menjadi inspirasi dari perjalanan ngeblog saya.

    BalasHapus
  5. Tetap sukses dimanapun berada ya

    BalasHapus
  6. Sebenarnya gak rela kalau dirimu harus gantung keyboard begini... nanti enggak ada bacaan lagi yang... ya gitu, sesuai karakter Pungky. Semoga di blog ini bisa diupdate terus, please jangan dimatiin juga.

    Dan apa pun keputusannya semoga semua itu jalan terbaik.

    BalasHapus
  7. Banyak belajar cara nulis yang gak ngebosenin darimu. Terima kasih sudah menjadi salah satu inspirasi di dunia blog.

    BalasHapus
  8. Baca tulisan ini rasanya campur aduk. Aku memang baru satu-dua kali baca tulisan kak pungky, itu juga waktu famtrip bareng dulu. Cerita pas famtrip, aku baru tau Kak Pungky meskipun sudah pernah denger nama dan tau kalo kak Pungky bukan orang "sembarangan" di dunia blogger. Pas di bis, Kak Pungky cerita (sambil menyombongkan diri lebih tepatnya wkwkw) kalo page viewnya jutaan. Aku iri sejadi-jadinya, tapi aku tau untuk membangun itu tentu nggak mudah pasti perjuangannya panjang. Sebagai anak baru, aku menyadari betul itu. Dan ada orang yang sebegitu jahatnya mencoba menghancurkan karir Kak Pungky, aku cuma bisa nyebut. Semoga aku dijauhkan dari dan jangan sampai menjadi orang-orang seperti itu.

    Tetep semangat, Kak Pung! Semoga senantiasa dikuatkan.
    Hasil tidak akan pernah menghianati usaha. Aamiin

    BalasHapus
  9. Mbak Pungkyyy, sungguh aku sedih baca tulisan ini. Tapi apapun keputusanmu, aku tau sudah difikirkan secara dalam. Terimakasih atas segala inspirasinya melalui tulisan Galaxi Pungky. Atas tulisan yang jujur. Aku pernah berlama2 di blog Galaxi Pungky sampe hape lowbat dan berangkat kerja telat. Aku bisa betah berlama2 bacain ocehan yg ngakak dan haru. Ah sungguh aku kehilangan.
    Selamat jalan pungkyprayitno.com :(
    Blog Sujiwo semoga tetap ada.

    BalasHapus
  10. Sediiih Galaksi Pungky udah gak ada, masih nungguin kalau dia balik lagi, jadi kekasih

    BalasHapus
  11. Sedih bangets. Semoga Sujiwo tetap eksis dan jadi kekasih hati. Sukses juga untuk mbak Pungky dg karir barunya

    BalasHapus
  12. Mbak Pungky, terimakasih ya buat segala inspirasinya. Apapun keputusanmu, aku cuma bisa berdoa supaya kalian sekeluarga sehat dan selalu bahagia. :)

    BalasHapus
  13. Aku udah dari kapan hari buka blognya Mbak Pungky. Kok nggak diperpanjang domainnya. Padahal ada 1 artikel yang mengena banget buatku mbak. Dan itu hanya ada di postingan smean. Huhuu. Andai masih bisa baca tulisan tersebut, walau banyak tulisan lain yg belum tersentuh ������
    .
    .
    .
    Sehat selalu, dilimpahkan kebahagiaan dan dilancarkan Rizki nya mbak. Serta dimudahkan untuk urusannya ������

    BalasHapus
  14. Aaaaak sedih :(((
    Sering-sering nulis di blog jiwo yaa. Supaya aku nggak kehilangan asupan tulisan yang menghibur. Karena mba pungky bagaikan wanita penghibur yang menghibur para pembaca huehehehe

    BalasHapus
  15. Aaaaak sedih :(((
    Sering-sering nulis di blog jiwo yaa. Supaya aku nggak kehilangan asupan tulisan yang menghibur. Karena mba pungky bagaikan wanita penghibur yang menghibur para pembaca huehehehe

    BalasHapus
  16. Ih, siapa sih iris2 bawang merah, jadi pedes nih mata 😔

    BalasHapus
  17. Sebagai salah seorang penggemar tulisan-tulisanmu di Galaksi Pungky, aku ikut sedih karena ngga bisa menikmati lagi gaya nulis yang out of the box tapi kecenya nampol. Ya apapun itu aku hormati keputusanmu (duh...). Semoga satu hari nanti aku bisa ketemu personal denganmu ya, Pung. Ngga cuma mandang socmed dan baca celotehmu aja. Btw sukses selalu untukmu!

    BalasHapus
  18. Bbrp bln lalu, aku mau mampir ke galaksi pungky, tapi nggak bisa diakses. Berkali-kali dan tetap aja seperti itu. Aku sempat tanya di WAG, tapi nggak ada yg jawab. Ternyata ini jawabannya. Sedih, kangen dg tulisan2 di galaksi pungky.
    Sukses selalu untukmu Pung.

    BalasHapus
  19. Sedihh, dikumpulkan dong postinganmu Pungky, yang satu tema misalnya kegalauan perempuan terus dibukukan buat jadi kenangan untuk pembaca

    BalasHapus
  20. Mak Pungky... ��
    Ikut sedih baca tulisan ini, tapi bagaimanapun ... tetaplah menginginspirasi di manapun berada.
    Sukses selalu dan peluk jauh.

    BalasHapus
  21. Ikut prihatin dan kaget juga, baru tahu ada kabar up, down and life goes on gini... Tetep semangat Pung, oia jangan lupakan juga circle pertemanan kupu-kupu di Kompasiana dulu, yang mungkin jadi part ngeblog juga

    Semoga terus up lagi

    BalasHapus
  22. Kok sedih bacanya? Baru tau Pungky pas famtrip lalu. Jadi kenL asik,karena sekamar bareng Titi juga. Waitu seru dengar ocehan riangnya.

    Baca blognya juga yang as di famtrip aja. Deuh jadi pengen baca galaksinya kalau emang ada, Pung.

    Tetap semangat dan ceria as i know u yaa ��

    BalasHapus
  23. Mbak Pungky, saya ikut kehilangan sebenernya. 😭. Apapun itu, sukses selalu ke depannya. Terus menginspirasi dengan cerita, cerita dan kekhasan Mbak Pungky. 😊🙏

    BalasHapus
  24. Galaksi Pungky boleh tiada, selagi mbak Pungky masih menulis, ruh galaksi tetap akan terbawa kemana pun mbak Pungky berada... Rip Galaksi live Mbak Pungky... Salam dari Batam dan kita pernah bertemu, foto bareng di acara Jne dua tahun lalu... Muach..

    BalasHapus
  25. Itu pilihan emang, meski sedih namun harus tetap menghargai, yang penting pungky nya seneng dan bahagia aja. Ye kan?

    BalasHapus
  26. Galaksi Pungky akan terus ada di hati pembacanya walau sudah nggak ada.

    BalasHapus
  27. Sampai jumpa lagi Mbak. Semua akan baik-baik saja dan jangan lupa bahagia

    BalasHapus
  28. Jadi diri sendiri memang selalu menyenangkan. Btw, sukses terus ya walaupun galaxy pungky sekarang udahga ada, tapi sujiwo tetap menggoda dan menginspirasi.. ��

    BalasHapus
  29. So sad bacanya. Aku menghargai apapun keputusan dan pilihan mbak Pungky. Semoga tetap menginspirasi dimanapun berada.

    BalasHapus
  30. Semoga tetap menjadi mengisiparsi dimanapun tempatnya mbak..
    Btw tulisan mbak pungky di kompasiana dan galaxy pungky adalah awal saya jadi suka nulis dan ngeblog. terima kasih.. :)

    BalasHapus
  31. Merasa kehilangan karena ternyata aku bongkar pernah ss in blog mba Pungky dan kubaca kalimat-Kalimatnya lekat-lekat. Tapi alhamdulilah masih bisa ketemu di sini. Makasi mba Pungky sudah berbagi dan ga berhenti menginspirasi dengan cara yang menyenangkan

    BalasHapus
  32. Salah satu blog senior yang sejak tahun 2012 ku jadikan panutan dan motivasi ngeblog. Dan dari galaxy pungky lah aku jadi tahu ada grup blogger di dunia ini. Semakin membuat aku semangat ngeblog karena prestasi2 mbak Pung yang superb. Ditambah kemarin, telah berhasil melahirkan buku drama mama papa muda. Serasa tamparan motivasi lagi bagiku yg sedari awal kuliah pengen banget jadi penerus Dewi Lestari. Kalau Galaxy Pungky aja bisa, kenapa aku enggak, dari dulu aku meyakinkan diriku sendiri seperti itu. Sedih iya bakal kangen sama blog GP, tapi mau gimana lagi, sang pencipta sudah memutuskan untuk pamit. Aku pasrah dan masih terus berharap. Ada galaxy pungky yg baru suatu hari nanti. Terima kasih GP, sudah bikin aku jadi sesemangat ini sampai sekarang. I'll miss you GP :*

    BalasHapus
  33. Tetap semangat mbak, di mana pun tempat berkarya. Meskipun sedih sih baca postingan ini. Seperti kehilangan separuh jiwa.

    BalasHapus
  34. Sama seperti shabat blogger lain, aku juga kaget mba.
    Namun aku percaya pasti mba punya alasan melakukan itu semua.

    Mohon maaf tak bisa berkomentar lebih lama, karena mendadak aku kehilangan kata.
    Rasa nyeri itu berkelebat, tak bisa lagi meraih dan merengkuh kekasih hati

    BalasHapus
  35. Komentar pertama Tyar di sujiwo.com;

    Goodluck, Pungky (dan Topan, dan Jiwo). Kalian adalah keluarga favoritku.

    BalasHapus
  36. Well, Sukses dengan sejiwo dan menemukans sesuatu yang baru untuk beneran bersenang senang dan berbagi di sejiwo.com

    BalasHapus
  37. Huhuhu aku sedih
    Tapi aku hargai keputusanmu. Pasti sudah melewati pertimbangan yang matang. Meski lebih banyak silent reader, aku pembaca setia galaksi pungky lho

    Tetap berkarya di mana saja berada
    Teruslah menginspirasi dengan semangat dan senyum ceriamu ya

    BalasHapus