Arkadia. Diberdayakan oleh Blogger.

ROG Phone 2, dan Alasan-alasan Saya Ingin Memilikinya


Namanya juga konten kreator, ya. Saya selalu menjadikan laptop atau PC sebagai prioritas, tentunya selain upgrade kamera dan lensa. PC dan laptop jadi pilihan utama saya, karena dulu, belum ada tuh software smartphone mumpuni untuk menunjang kebutuhan bikin konten. Jadi, siklusnya adalah ambil foto atau video pake kamera, transfer ke laptop, edit, transfer file jadi ke hp, baru upload ke sosmed. Iya ribet, tapi itu saya lakukan bertahun-tahun.

Beberapa tahun lalu, saya ganti kamera yang punya fasilitas transfer file lewat wifi. Dan di saat yang bersamaan, banyak juga aplikasi mobile yang mumpuni buat bikin konten. Sejak saat itu, saya mulai keranjingan bebikinan konten lewat smartphone, karena praktis, lebih cepat, dan bisa saya lakukan dimanapun. Editing foto sampai rendering video, saya lakukan di smartphone!

Menghadapi Patah Hati


Saya duduk di lantai kering toilet kantor. Mengunci pintu lalu menangis sesungukan dan menghabiskan satu gulung tisu sendirian. Saya memukul-mukul tembok toilet, menjedot-jedotkan kepala, dan berkali-kali muntah tanpa keluar apa-apa. Saya meninju tutup kloset duduk yang sedang tertutup, dengan seluruh tenaga yang saya punya.

Sudah tiga hari saya cuma makan satu kali sehari, setiap makanan masuk rasanya mual dan pengin keluar lagi. Dada saya seperti ditonjok-tonjok dari dalam. Tenggorokan saya perih dan napas saya sesak. Mata saya sembab sampai bengkak. 

Nikah Sama Siapa?


Ada temen saya tiba-tiba dateng ke Purwokerto, dia temen deket waktu kami di kosan dulu. Dia tinggal di Jakarta. Tau-tau nongol cengengesan depan rumah, alasannya; mau ambil keputusan. Enggak usah heran, banyak orang yang begitu. Mereka yang memilih Purwokerto sebagai tempat pulang. Jadi apapun masalah hidupnya, solusinya ada di Purwokerto. Padahal kalo udah sampe Purwoketo biasanya mah nggak selesai, nambah masalah lah iya. Cuma sugesti aja, semua terasa lebih baik kalo udah 'pulang' ke Purwokerto.

Udah beberapa hari ini dia numpang tinggal di rumah saya. Gak ada tujuan mau ngapain dan kemana di Purwokerto, macam orang baru ditinggal kawen. Beneran cuma numpang makan, tidur, makan lagi, tidur lagi, gitu aja terus sampe pevita pearce ngakuin saya adeknya.

Malam-malam dia curhat, dia ke Purwokerto itu mau ambil keputusan; mau nikah sama siapa. Sekarang dia punya 3 calon. Satu calon dari mamanya, satu dari papanya, dan satu itu orang yang dia kenal dekat udah lama. Tiga-tiganya baik, tiga-tiganya mapan, tiga-tiganya siap diangkut ke pelaminan terdekat. Dia umurnya udah mau kepala 3, menurut netizen kan ya, dia udah harusnya menikah. Komentar saya cuma satu waktu itu, SOK CANTIK BANGET LU ONCOM LAKINYA AMPE TIGA!

Galaksi Pungky dan 2018: PAMIT



Hai. Ini ibu Jiwo, dan yang kalian baca ini mungkin akan jadi sebuah peluk perpisahan bagi kita.

Kalian mungkin masih inget saya punya blog personal, pungkyprayitno.com. Gak usah dibuka, percuma, dia udah nggak ada. Saya masih inget pertama kali saya bikin dia, tahun 2010. Saya kasih nama Galaksi Pungky, nama yang saya pakai sampai akhir waktunya.