Arkadia. Diberdayakan oleh Blogger.

Ibu Macam Apa Kamu!


Jadi kemarin tulisan mas suami yang judulnya 'Pergilah Bu, Bahagiakan Dirimu' viral besar. Seorang ibu mengkopas (dengan sumber) tulisan itu di statusnya dan sampai saya mengetik ini, yang share sudah tembus 23ribu orang.

Seperti biasa, namanya viral, pasti ada orang-orang yang nggak setuju dengan isi tulisan itu karena nggak sejalan dengan pemikiran dan pilihan hidupnya. Tapi jadi lucu karena banyak banget yang menyudutkan pilihan hidup kami, sampai tega merendahkan saya padahal kami sama-sama seorang ibu.

Ada yang bilang saya ibu aneh, kami keluarga nggak bener, ibu yang mau menang sendiri, ibu yang egois, ibu nggak inget keluarga, ibu macam apa sih tega banget jalan-jalan sendirian ninggalin anak, sampai ada yang bikin ngakak banget karena saya disuruh ke psikiater. Huahahahahaha Jadi ibu-ibu yang jalan-jalan tanpa anak dan suami itu, kejiwaannya terganggu apa gimana? :)))


Saya sih bodo amat ya sebenernya, karena ini bukan yang pertama. Dulu waktu saya memutuskan tidak lagi memposting foto wajah Jiwo ke dunia maya, hujatan dan nyinyiran juga banjir banget. Saya dibilang nggak sayang anak, malu sama Jiwo kok sampai nggak mau posting fotonya, dibilang lebay segala macem.

Pernah juga waktu mas suami menulis tentang kisah Post Partum Depression (PPD) saya, duh itu jahat banget sih, karena niat kami kan berbagi supaya nggak ada ibu lain yang mengalami seperti saya. Dan PPD itu masalah hormon, bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu. Kami menulis baik-baik dengan niatan baik, tapi tetep dooong ada aja omongan negatif. Saya dibilang kurang iman, nggak becus jadi ibu, dibilang lebay (asli dah ini keluar mulu hahaha), sampai ada yang tega bilang harusnya saya nggak usah punya anak kalau ujungnya kena PPD. Duh, antara pengin nangis sama pengin ngakak.

Jadi, saya dan suami sebenernya sudah terlatih untuk dihujat, dipojokkan, diremehkan, dianggap buruk, oleh orang-orang yang pilihan hidupnya berbeda dengan kami. Karena beneran udah berkali-kali banget sampai bosaaaaan hahahahaha

**

Tapi, sekalipun saya bisa menahan sakit hati, bisa ambil sikap nggak peduli sama sekali, saya merasa perlu banget menulis ini. Karena masa kita mau diem terus lihat yang begini di depan mata. Terlalu banyak perasaan ibu yang harus sakit, dan saya nggak tega bayanginnya.

Bu, Pak, Kak, Dek, bisakah kita menghormati hidup orang lain?

Ya iya saya tau ini jaman sosial media dan semua orang bebas berpendapat, tapi apakah jempol kita harus seenteng itu? Haruskah lisan kita seruncing itu dalam menilai orang lain?

Kalian tau nggak saya sering jalan-jalan itu karena 'kerja'? Begitulah pilihan saya untuk bantu suami cari rejeki. Saat kalian bilang saya tega ninggalin anak, ibu aneh, ibu macam apa sih.. Saya sedang menahan pegal-pegal yang rasanya setengah mati karena sepulang trip harus langsung urus rumah, urus Jiwo. Mata saya memerah karena saya paksakan mandi demi menghalau lelah. Saya tau saya butuh sekali istirahat, tapi saya lebih tau kalau saya ini ibu rumah tangga dan keluarga adalah segalanya.

Tapi kalaupun saya jalan-jalan bukan untuk kerja, saya tetap nggak lihat ada hal yang bisa dihujat. Apa yang salah sih dengan ibu-ibu yang me time? Memangnya harus semua ibu betah 24 jam setiap hari di rumah? Kan enggak. Ada orang-orang yang memang dari sananya butuh waktu tanpa keluarga sesekali, menjadi dirinya sendiri. Suaminya aja mengijinkan, kok. Berarti kan anaknya sudah terjamin, rumah sudah beres, trus kenapa kita yang ribet?

Pernah saya lihat ada artis yang pasang foto di instagramnya, lagi menyusui anaknya dengan susu formula. Duh itu yang menghujat luar biasa. Komentarnya betul-betul pedas sampai saya nggak tega sendiri bacanya. Dibilang takut kendor lah, nggak sayang anak (tentu yaaa komen ini mah pasti keluar), keasikan kerja sampai nggak mau menyusui, mengkhianati pemberian Tuhan, padahal emang kita tau alasan dia sampai kasih sufor ke anaknya? 

Barangkali saat kita memojokkan begitu, dia sudah melewati puluhan malam dengan air mata saking penginnya bisa memberi ASI tapi nggak bisa. Barangkali dia memang sangat butuh bekerja, dan sufor adalah pilihan terakhir yang dia punya. 

Kita kan nggak menjalankan hidup yang sama, kenapa harus memaksakan hidup orang lain sejalan dengan hidup kita? Keluarga kita beda-beda, begitupun kebutuhan dan keputusannya. Apa yang berlaku baik untuk keluarga saya belum tentu baik untuk keluarga lain, begitupun sebaliknya. Kenapa harus disama-samakan? Kenapa harus menghujat ketika itu berbeda?

Kasian lho ibu-ibu atau bapak-bapak yang dihujat karena pilihannya. Mereka sedang berjuang untuk anaknya, untuk rumah tangganya, untuk keluarganya, untuk kebahagiannya, dan kita enteng banget memojokkan pilihan mereka. Menyakiti hati dengan tajamnya lisan, padahal kita sama-sama orang tua, sama-sama seorang ibu. Sama-sama ingin memberikan yang terbaik untuk anak dan keluarga.

Saya nggak pernah lho menghina ibu-ibu yang memilih untuk me time di rumah aja sama keluarga. Silakan banget, bu. Kalau menurut kalian itulah keputusan terbaik, saya ikut senang. Saya nggak perlu menyuruh atau mengajak untuk hidup seperti saya karena buat apa? Saya nggak hidup dalam tubuh kalian jadi saya nggak tau kebutuhan kalian.

Waktu kena PPD dulu dan saya dibilang kurang iman, saya sampai berdoa, semoga yang bilang begitu jangan sampai terserang PPD juga. Karena kasian dong, nanti dia menyinyiri dirinya sendiri. Bisa-bisa tambah stress dan memicu yang enggak-enggak karena tekanan malah datang dari dalam. Dan ditontonnya juga nggak enak, nyinyirin diri sendiri, kan lawak :))))

**

Bisakah kita menghormati hidup orang lain? Selama itu nggak menganggu hidup kita, kenapa kita harus ganggu duluan?

Mengingatkan tentu baik sekali, tapi kita semua tau, ada batas jelas antara mengingatkan dengan menghujat. Saya selalu berterima kasih kalau ada yang mengingatkan dengan baik, dengan sopan, dengan santun. Tapi tidak dengan hujatan, hinaan, meremehkan atau merendahkan padahal kenal aja enggak. Itu jahat, pak, bu. Itu menyakitkan sekali andai kalian tau..

Saya juga masih belajar kok, belajar menghargai dan menghormati orang. Tau sendiri saya mah anaknya nyablak, kalau ngemeng suka seenaknya. Tapi dengan pernah berkali-kali dihujat, saya belajar banyak tentang menghormati pilihan orang lain. Saya belajar bahwa dunia maya memang luas dan bebas, tapi kita punya hati, kita yang pegang kendali atas diri kita sendiri. Menghargai dan menghormati hidup orang lain adalah keputusan yang bisa kita buat. Mari saling mengingatkan :)

**

Dan untuk kalian yang sedang dihujat atas pilihan-pilihan yang kalian buat, tetaplah hidup bahagia, ya. Semalam kata Dhita, temen saya, hidup mah emang gitu, kita yang jalanin orang lain yang komentarin. Hihihihi Tetaplah menjalani pilihan yang kalian buat kalau menurut kalian itu yang terbaik. Kata bu Ade, mamah jauh saya yang anaknya ganteng, kalau punya banyak haters mah berarti udah seleb. Anggep aja gitu biar asik buahahahahaha

Semoga keluarga kita semua selalu bahagia dan berjalan mesra yaaa. Semoga kehidupan kita selalu baik dan berjalan sesuai doa. Amin..

Salam bahagia,
Ibu Jiwo


48 komentar

  1. Hihi namanya juga hidup mba Pungky, yang ngomentarin subhanallah ahli dan banyak sekali. Setuju dengan tulisan ini, setiap orang kan punya dan memilih jalannya. Kenapa harus bikin orang mengikuti jalan yang sama hihi.. Keep spirit !

    BalasHapus
  2. Tetep semangat, mbak Pungky :)

    BalasHapus
  3. Semangat mbak Pung. Yang penting itu keluarga aman. Abaikan oramg-orang itu

    BalasHapus
  4. Mbak pungki, I am your fans :*

    BalasHapus
  5. Yang penting suami sama anakmu hepi, Mbak. Kita kan gak bs nyamain pemikiran pada org lain. Yg nyirnyir ajak piknik sekalian deh

    BalasHapus
  6. Kata orang, kalo dah punya haters berarti seleb Pung...selamat y..hahhhahaha

    BalasHapus
  7. Mak pungky keceee, kalau aku mah mungkin udh baper berkepanjangan #AkuLemah,
    Izin share ya mak, insyaAllah bisa membantu 'mencerahkan' yang belum 'cerah'. #MacamWajahAja.
    Tetap bahagia ya mak pung sekluarga. aminn

    BalasHapus
  8. Gimana ya reaksi mereka yang menghujat ketika baca ini?

    BalasHapus
  9. Sabaaar yaaa mama jiwo. You're not alone. Masi banyak org yg nyinyir akan pekerjaan kita. Aku juga pernah ngalamin. Santai aja ya and enjoy the life.
    Semoga para penghujat itu bisa baca tulisanmu ini.

    BalasHapus
  10. itu mksdnyaa minta diajak mba jlan-jalannya.. hihihi. mangattt

    BalasHapus
  11. Kalau dengerin omongan orang wah bakal gak bisa menikmati hidup dengan asyik dong. Padahal kan ini hidupku bukan hidupmu. Yang penting jalan kita lurus gak keluar dari koridor agama.

    BalasHapus
  12. Saya dukung aja keputusan Mbak, mau jadi ibu model apa. Untungnya saya, zaman anak2 msh kecil ga ada medsos. Jadi mau ngelola keluarga seperti apa, ga ada yg tahu. Saya ikut baca2 berbagai silang pendapat. Ibu2 muda skrng baperan yah. Padahal kenal juga kagak, ngebayarin hidup kita juga kagak. Beneran bisa bikin ketawa2. Lanjut aja Mbak...

    BalasHapus
  13. Duh.. emak yang kece ini sampe sekarang masih dinyinyirin orang?

    Abaikan aja mbak pung.. selama itu masih menjadi salah cara untuk membantu pak suami, saya rasa itu gak ada salahnya..

    BalasHapus
  14. Blog yang viral itu beberapa kali mampir di timelineku. Dan lucunya ada yang membicarakan di status, yang kebetulan kebaca di timelineku. Katanya mungkin si ibu ini orang MLM yang sering plesir kemana-mana. Sumpah, sampe ngakak guling-guling depan laptop bacanya. Padahal itu statusnya tentang istri yang gak boleh plesiran sendiri karena dilarang agama dan semacamnya. Eh ujungnya bergunjing juga, dan malah mengeluarkan prasangka yang belum tentu benar. Oh iya, Mak Pungky, tolong rekrut saya jadi downline, biar bisa ikut plesiran juga...
    *cari emoticon ngakak guling-guling*
    *emoticon telan bata ada gak?*

    BalasHapus
  15. Kalau kata saya sih, ada orang-orang yang perlu melepaskan energi menghujatnya. Mereka itu hidupnya susah banget. Sangat tertekan. Mungkin mereka perlu sekali-sekali merasa nikmatnya menjadi Pungki yang bisa menikmati me time dan di dukung keluarga. Dinikmati saja komentar orang, and keep sharing your experience. Banyak fans menunggu nih.

    BalasHapus
  16. Hahaha iya kemarin juga viral yang soal andien natural birth dia posting foto sama suaminya lagi melahirkan.. dibilang porno lah.. apalah..
    Padahal...
    Ya mana kita tau doi lagi menahan sakit luar biasa dan sang suami sedang menguatkan.

    UU ITE juga kayaknya ga bikin orang takut buat komentar seenak jari ngetik.. Ya emang dimulai dari pribadi masing masing ya..

    Btw aku juga ngefans sama keluarga kecil ini <3

    BalasHapus
  17. Selamat datang di dunia maya. They will hate you if you are beautiful. They will hate you if you are successful. They will hate you if you are right. They will hate you if you are popular. They will hate you when you get attention. They will hate you when people in their life like you. They will hate you if you worship a different version of their God. They will hate you if you are spiritual. They will hate you if you have courage. They will hate you if you have an opinion. They will hate you when people support you. They will hate you when they see you happy.

    However, remember this: They hate you because you represent something they feel they don’t have. It really isn’t about you. It is about the hatred they have for themselves. Haters don't really hate you, they hate themselves; because you're a reflection of what they wish to be.

    So smile today because there is something you are doing right that has a lot of people thinking about you. Intinya adalah...selamat ya, sekarang lu udah punya haters. Kata orang, kalo belom punya haters, itu tandanya lu belum terkenal hehehe.

    BalasHapus
  18. Semangat, mbak Pung. Semakin tinggi pohon, anginnya pasti semakin kencang😊

    BalasHapus
  19. Semangat mbak, i feel u..saya yang kerja dan kadang dinas luar masih ada aja yang nyinyir bilang tega lah apalah..biarin aja mba orang yang kebayankan usil ya gitu2 aja ga kan berkembang atau maju krn sibuk ngurusin orang lain smenetara ngurusin dirinya sendiri aja susah :)

    BalasHapus
  20. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  21. Semangat yaa Mama Jiwo. Aku pribadi setuju kok seorang Ibu butuh "me time" apapun bentuknya, dan dimanapun pilihannya. Sama seperti Mama Jiwo aku juga suka keluar kota karena dinas dan suka ada yg komen "Lo kan udah sering ninggalin anak lo dinas keluar kota kok masih tega ninggalin anak lo?" mungkin mereka pikir yg namanya dinas itu enak kali yaa dan gak capek. Padahal yaa sebaliknya, dan tiap punya waktu luang selalu usahain video call sama anak. Kalo buatku "me time" itu perlu banget biar kita gak gampang emosi ngadepin anak yg lagi suka tantrum dan tetep semangat ngelakuin kerjaan rumah tangga yg menumpung karena memang gak ada ART, plus kerja kantoran juga.
    Tetep nulis terus yaa Mama dan Papa Jiwo, karena tulisannya bagus bangeet.

    BalasHapus
  22. semangat mbak, pro kontra itu selalu ada, meski kita sudah berada di jalur yang benar sekali pun.

    BalasHapus
  23. Sip deh, Mbak. Yuk, kita kemon. I feel you banget2. Lambaiin aja tangan ke kamera. Capek dengerin komen yang nggak ada habisnya. Kita punya hak buat bahagia dengan cara kita.

    BalasHapus
  24. Hi Mba, salam kenal.
    Saya juga tipe orang yang suka traveling dan lebih seneng pergi sama teman, kenapa? karena kalau sama keluarga butuh budget yang lebih dan harus ke tempat yang "aman dan nyaman" kalau bawa anak.
    Saya juga setuju banget kita sebagai seorang ibu RT juga butuh me time.
    Semangat terus mba!

    BalasHapus
  25. dulu saya jg pernah curhat pengen punya me time, e malah disemprot sama temen, katanya, bukankah punya waktu di kantor itu juga me time? (eh ladalah, gitu amat sih ya sama working mom) hiks.

    BalasHapus
  26. Pengen bisa nulis bagus kyk ibu ini..��

    BalasHapus
  27. semangat, mak. moga ga ada yang nyinyirin lagi padahal blogger pergi lburan juga buat kerja, bukan buat seneng2 aja.

    BalasHapus
  28. Mantap mbkkkkkkk, I like it, sy jg penulis tp mbk lbh keren untuk lbh menginspirasi sy lbh baik lagi, thanks

    BalasHapus
  29. Blh mnt nope nya? Atau ap az dech yg bs hubungi mbk, pngin bljar bnyk nih sm mbk n suami,

    BalasHapus
    Balasan
    1. lewat email aja ya mba..
      pungkyprayitno@gmail.com. dengan senang hati ^_^

      Hapus
  30. Hihi..sabar Mbaaa.. Hidup itu pilihan. Dan mereka memilih untuk ngurusi hidup orang lain. Kasihan ya.. :D

    BalasHapus
  31. Temennya istri ada yang share juga dan aku mention sampeyan he3
    Aku sih yakin Mbak Pungky bisa melewati semua hujatan dan cemoohan itu.

    BalasHapus
  32. Ahh ngga habis pikir sama orang yang hobi nyinyir dan menghujat orang :(

    BalasHapus
  33. Aku sebel sama yg copas ga punya hati sampe dirimu dihujat. Hiks...
    Dia ga mikir apa sampe kesana klo nyebarin konten viral bisa berdampak buruk..

    BalasHapus
  34. Aku sebel sama yg copas ga punya hati sampe dirimu dihujat. Hiks...
    Dia ga mikir apa sampe kesana klo nyebarin konten viral bisa berdampak buruk..

    BalasHapus
  35. Aku bahagia dgn pilihanku dan hidupku aku cuek dgn judge orang laen, perpect dan terbaik menurut mereka blm tentu buat aku yg aku tahu kalo seorang msma happy seisi rumah bakal happy

    BalasHapus
  36. Banyak berinteraksi dengan orang dan ruang yang berbeda akan membuat kita bijak. Mereka yang masih kaget dengan perbedaan, memang penginnya semua orang itu sama kayak mereka, ahahaha

    BalasHapus
  37. Halo mbak pungky, assalamu'alaikum. saya penggemar blogg baru anda justru dari postingan yg lagi viral tsb,, yg saya bru baca 2hr yll dan kebetulan saya baca di FB kemudian ada sumber alamat blog yg menggiring saya jadi kepo ttg berbagai tulisan mb pungky dan suami di blogg ini, yg menurut saya super keren. Usia saya menuju 25 th dan rencana menikah di tahun ini. Banyak sekali pemikiran2 saya yg terbuka semenjak membaca berbagai tulisan di blogg ini. Ttg keputusan mbak yg menikah muda, punya anak dg melalui syndrom PPD yg tentunya sangat berat, kemudian pemikiran2 terbuka anda dan suami yg sebenarnya diluar dari "budaya biasanya", tetapi menurut saya itu sah2 saja... bersyukur mbak pungky punya suami yg selalu mendukung apapapun yg mjd keputusan mbak, tak melarang cita2 mbak pungky mjd apapun yg mbak ingin selama masih dalam batas koridor sbg perempuan, istri, dan ibu. Meskipun belum pernah bertemu sblumnya, saya harap mbak pungky dan suami tidak kapok menulis hal2 baik yg menjadi inspirasi banyak orang mbak. Sungguh, bukankah segala sesuatu diciptakan untuk dilihat dari banyak sisi. Yg tidak suka jangan terlalu diambil masuk ke hati, toh kita ga kenal2 amat, dan mereka juga gatau kehidupan mbak seperti apa sebelumnya, apa yg telah dilalui, apa yg telah terjadi...
    Salam kenal mbak ^_^

    BalasHapus
  38. Sejak pertama ketemu mba Pungky udah "kepincut" sama pesonanya :)

    Aku pembaca setiamu juga looohhh ������

    BalasHapus
  39. Emang gak bisa nyamain hidup keluarga ini dengan keluarga lain. Lah emang porsi dan kebutuhannya beda2 hee
    Setuju kalo udh muncul 'haters' pertanda kita dah jadi seleb. :D

    BalasHapus
  40. Capek ya kalo denger nyinyiran? Haduh ga kebayang. Tapi yawdalah. Udah bener tuh, Pung. Bawa sante aja antara pengen ngakak en jerit. Hihihi ...
    Penonton mah bisanya cuma komen. Belum tentu dia lebih baik kalo jadi pemain.
    Just do what you need to do.

    BalasHapus
  41. dunia per parenting an panas terus ya ,,,kayak politik aja. judge tak berujung dimana-mana

    BalasHapus
  42. Intinya, di balik yang repot menghujat, ada mereka yang kagum sama keluarga kalian, aku salah satunya, bahagia selalu yaaa. <3

    Salam,
    Oca

    BalasHapus
  43. kalau kata pepatah Jawa sih...'don't take it personally if you don't know them personally'
    cuek aja, bheb. yang penting nggak nyusahin orang yekan? :D

    BalasHapus
  44. Duuuh ini apa yang aku rasain bangeeet. Aku punya temen yang subhanallah rempongnya nanyain aku kapan hamil mulu. Seolah-olah kayah, 'ih nikah kok gak hamil-hamil sih, aneh'. Padahal dia gatua kalo aku begini tuh demi kuliah, demi sarjana, demi mencapai impian-impian yang belum sempat aku gapai yang mungkin belum tentu bisa aku lakukan. Huffft.

    BalasHapus
  45. Bener belajar menghargai pilihan org lain.
    Jujur diantara byk para blogger yg menyukai gaya hidup mba pungki . Saya justru blogger yg ga suka sama mba pungki ini loh, hehe

    Tapi ga semuanya, ada bbrapa yg sepikiran tp kebanyakcara menikmati/ menjalakan hdp versi pungki byk yg sy ga suka(jgn baper ya)

    Okey, balik lagi. Saya setuju "ga suka ga perlu nyinyir". Makannya saya g mau menyakiti perasaan mba pungki lewat komentar sadis bahaha. ibarat "beda kepercayaan itu sulit dipaksakan".

    Karena tulisannya dikemas dengan enjoy, alami, enak dibaca, dan pastinya penulisnya asik. Saya tdk merasa harus membenci si penulis 😊
    Karena kita tdk menjalani hidup orglain yg belum tentu kita rasakan.

    BalasHapus